omG8HI9LSKFW6lhCj8prTs0Z6lUhdOT9Jhi1Sf4m

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

  • Analisis Mesh
    Analisis mesh menyediakan metode lain untuk menganalisa rangkaian listrik menggunakan arus mesh se…
  • Teori Rangkaian DC
    Rangkaian dc dialiri oleh sumber listrik dc, seperti baterai yang terhubung dengan kabel konduktor…
  • Analisis Supernode
    Pada postingan sebelumnya tentang analisis node , kita mempelajari tentang analisis node tanpa su…

Mengenai Saya

Transistor : Fungsi Transistor dan Cara Mengukur Transistor

Apa itu Transistor

Hal yang sangat umum bagi kita untuk berinteraksi dengan produk elektronik sebagai kegiatan sehari - hari dan memperoleh pengalaman dengan komputer pribadi. Komponen dasar untuk integrated circuit atau IC atau rangkaian terintegrasi ditemukan dalam perangkat elektronik dan komputer ini, sebagai elemen aktif, memiliki tiga terminal yang dikenal dengan transistor. Memahami komponen dasar ini adalah hal dasar bagi orang teknik yang memulai desain rangkaian elektronik.

Prinsip Kerja Transistor

Seperti yang terlihat pada Gambar.(1), komponen ini memiliki beberapa jenis yang dijual secara komersial. Terdapat dua tipe dasar : bipolar junction transistor (BJT) dan field-effect transistor (FET).
transistor adalah
Gambar 1. Jenis komersial
Kali ini kita hanya akan membahas BJT, dimana merupakan jenis pertama dari dua jenis yang masih digunakan sampai sekarang. Tujuan kita adalah mempelajari BJT dan mampu menggunakan teknik analisa rangkaian yang masih digunakan hingga saat ini.
transistor adalah
Gambar 2. Tipe npn dan pnp
Ada dua jenis BJT : npn dan pnp, dengan simbol rangkaian mereka pada Gambar.(2). Tiap jenis memiliki tiga terminal : emitter (E), base (B), dan collector (C).

Cara Mengukur Transistor

Untuk tipe npn, nilai arus dan tegangan dapat dilihat pada Gambar.(3).
transistor adalah
Gambar 3. Rangkaian ekuivalen transistor
Menggunakan KCL pada Gambar.(3a) menghasilkan
transistor adalah
(1)
Dimana IE, IC, dan IB adalah arus emitter, collector, dan base secara berurutan. Menerapkan KVL ke Gambar.(3b) menghasilkan
transistor adalah
(2)
dimana VCE, VEB, dan VBC adalah tegangan collector-emitter, emitter-base, dan base-collector secara berurutan. BJT dapat beroperasi dalam satu dari tiga mode operasi : aktif, cutoff, dan saturasi.
Ketika bekerja dalam mode aktif, umumnya VBE = 0.7 V.
transistor adalah
(3)
dimana α dikenal dengan penguatan (gain) dari common-base. Pada Gambar.(3), α menunjukkan pembagian elektron yang diinjeksikan oleh emitter yang diperoleh oleh collector, dan juga,
transistor adalah
(4)
dimana β dikenal dengan gain common-emitter. Nilai α dan β merupakan karakteristik spesifikasi dan merupakan nilai konstan perangkat. Umumnya, α memiliki nilai dari 0.98 hingga 0.999, sedangkan β memiliki nilai dari 50 hingga 1000. Dari Persamaan.(1) hingga (4), membuktikan bahwa
transistor adalah
(5)
dan
transistor adalah
(6)
Dari persamaan ini menunjukkan bahwa pada mode aktif, BJT dapat dimodelkan sebagai sumber arus terkontrol arus atau current-controlled current source (CCCS). Maka, pada analisis rangkaian, rangkaian ekuivalen dc pada Gambar.(4b) dapat digunakan untuk menggantikan npn pada Gambar.(4a).

Karena beta di Persamaan.(6) bernilai besar, arus base yang rendah mengontrol arus tinggi pada rangkaian output. Karena itu, transistor bipolar dapat digunakan sebagai penguat atau amplifier, menghasilkan penguatan arus dan penguatan tegangan.
transistor adalah
Gambar 4. Rangkaian ekuivalen transistor
Contoh berikut tidak dapat diselesaikan dengan analisis node secara langsung karena perbedaan potensial antar terminal. Setelah diubah ke rangkaian ekuivalen kita dapat menerapkan analisis node.

Fungsi Transistor

Dari beberapa sifat dan cara kerjanya, komponen ini dapat diaplikasikan sebagai :
  • Untuk menstabilkan tegangan
  • Digunakan sebagai elemen utama rangkaian penyearah
  • Sebagai saklar elektrik
  • Rangkaian mixer
  • Komponen Osilator

Contoh Soal Transistor DC

Untuk pemahaman yang lebih baik, mari kita simak contoh di bawah :
Temukan IC, IB ,dan vo pada rangkaian di Gambar.(5). Asumsikan bahwa transistor beroperasi pada mode aktif dan β = 50.
transistor adalah
Gambar 5
Solusi :
Untuk loop input, KVL menghasilkan
transistor adalah
Karena VBE = 0.7 V pada mode aktif,
transistor adalah
Tetapi
transistor adalah
Untuk loop keluaran, KVL menghasilkan
transistor adalah
Perhatikan bahwa vo = VCE pada kasus ini.


Read the English version DC Transistor Circuit.
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Language