omG8HI9LSKFW6lhCj8prTs0Z6lUhdOT9Jhi1Sf4m

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

LED Berkedip Sederhana : Lakukan Dengan 4 Cara Keren Ini!

Rangkaian lampu LED berkedip adalah rangkaian yang sederhana sebagai cara membuat 1 lampu led berkedip atau lebih. Rangkaian ini sering digunakan untuk layar digital yang menyajikan gambar atau tulisan sebagai sarana informasi elektronik maupun sebagai perangkat elektronik dekorasi seperti lampu hias Natal. Tujuan utama dari rangkaian ini adalah bagaimana cara membuat lampu led berkedip bergantian.

Empat Cara Membuat Lampu LED Berkedip

LED adalah kependekan dari Light Emitting Diode. Salah satu dari banyak jenis dioda di Elektronika Daya. LED dapat bekerja seperti dioda dalam menghambat arus yang mengalir dari arah berlawanan dan melewatkan arus yang mengalir dengan arah yang diinginkan.
led berkedip
Gambar 1. Light Emitting Diode
Tidak seperti dioda umum, LED dapat memancarkan cahaya ketika arus bias maju (forward current) mengalir melaluinya sampai tidak ada lagi arus yang mengalir. LED memiliki arus minimum untuk dapat digunakan bergantung pada ukuran dan juga memiliki batas arus yang dapat dilewatkan sebelum rusak jika terlalu tinggi.

Terdapat banyak cara membuat lampu LED berkedip. Salah satu contoh rangkaian ini adalah lampu LED strip yang sering kita jumpai dan mudah untuk dikendalikan.

Metodenya sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan relay sederhana, inverter Schmitt Trigger, gerbang logika, mikrokontrol, transistor, dan bahkan transistor yang dikendalikan mikrokontrol. Untuk kesempatan kali ini kita akan menggunakan metode yang paling efektif yaitu : relay, transistor, mikrokontrol, dan kombinasi mikrokontrol dengan transistor.

Membuat LED Berkedip Dengan Relay

Relay adalah perangkat elektromagnetik dasar yang sering digunakan untuk pensaklaran elektrik. Relay dapat menghidupkan atau mematikan arus yang besar hanya dengan membutuhkan arus yang kecil. Bagian utamanya terdiri dari bagian elektromagnetik berupa lilitan (coil) sebagai magnet sementara dan sebuah kontak yang terhubung dengan pegas.

Penjelasan paling mudah adalah, ketika coil teraliri arus maka coil akan menjadi magnet dan menarik kontak mendekatinya. Ketika arus tidak lagi mengaliri coil maka medan magnetik akan hilang dan kontak akan tertarik oleh pegas dan kembali ke posisi asalnya.

Pemanfaatan sederhana relay dapat dilihat pada Gambar.(2) dimana kita akan menggunakan sebuah relay, resistor, LED, dan sumber tegangan DC.
led berkedip
Gambar 2. Coil teraliri arus
Rangkaian di atas merupakan fase awal dimana coil belum teraliri arus dari baterai.
led berkedip
Gambar 3. LED menyala dan coil tidak teraliri arus
Rangkaian di atas menunujukkan fase kedua dimana coil teraliri arus dan menarik kontak kemudian mengalirkan arus ke lampu LED.
Setelah itu, kontak kembali ke posisi awal setelah ditarik oleh pegas ketika coil tidak teraliri arus dan rangkaian kembali seperti di Gambar.(2). Kedua fase ini akan terus berulang seperti di Gambar.(4).
led berkedip
Gambar 4. Lampu LED berkedip dengan relay
Jika transisi LED terlalu cepat, kita dapat memanfaatkan penunda waktu (time delay) yang terdiri dari sebuah resistor dan kapasitor dengan memanfaatkan prinsip pengisian kapasitor seperti di Gambar.(5).
led berkedip
Gambar 5. Relay dengan time delay

Membuat LED Berkedip Dengan Transistor

Kita dapat memanfaatkan transistor sebagai saklar dimana kita mengoperasikannya di area aktif dan cut-off. Kali ini kita akan menggunakan transistor npn untuk membuat lampu LED menyala bergantian dengan pola tertentu. Sebelum kita melanjutkan penjelasan, pastikan kalian telah membaca bagaimana transistor bekerja.

Untuk contoh paling sederhana, mari kita lihat Gambar.(6) dimana kita menggunakan sebuah transistor, lampu LED, resistor, dan sumber tegangan DC.
led berkedip
Gambar 6. Contoh sederhana transistor dan lampu LED
Ketika arus mengalir ke terminal base transistor, arus dari kolektor mengalir ke emitter dan menyalakan lampu LED. Arus base harus lebih tinggi dari nilai minimum, dan tegangan drop sekitar 0.7 V di lampu LED. Lampu LED akan menyala seperti di Gambar.(7).
led berkedip
Gambar 7. Transistor aktif dan LED menyala
Sekarang kita coba menggunakan dua LED dinyalakan bergantian menggunakan dua kapasitor dan dua LED di Gambar.(8).
led berkedip
Gambar 8. LED berkedip dengan transistor
Rangkaian di Gambar.(9) di bawah menunjukkan bagian pertama dalam siklus. Pertama, transistor Q1 (transistor kiri) akan aktif terlebih dahulu dan menyalakan LED1 dengan arus penuh dari sumber tegangan. Arus akan mengalir melalui LED1, resistor R1 (resistor paling kiri), dan terminal kolektor-emitter dari transistor Q1.
led berkedip
Gambar 9. LED1 menyala
Bagian selanjutnya dapat dilihat di Gambar.(10) di bawah, dimana arus akan mulai mengalir ke LED2, resistor R4 (resistor paling kanan), dan mengisi kapasitor C2 (kapasitor kanan) hingga penuh. Bagian ini terjadi beberapa waktu setelah LED1 menyala.
led berkedip
Gambar 10. Kapasitor C2 mulai terisi
Setelah beberapa waktu, tegangan base-emitter VBE akan lebih rendah dari 0.7 V, menyebabkan LED1 mati setelah Q1 mati.

Bagian selanjutnya adalah Q2 mulai aktif dan LED2 mulai menyala terang seperti di Gambar.(11).
led berkedip
Gambar 11. LED2 menyala
Seperti siklus LED1, pada waktu yang sama LED2 terus menyala terang, C1 akan terisi hingga penuh sampai Q2 mati dan LED2 mati ketika VBE lebih rendah dari 0.7 V.
led berkedip
Gambar 12. Kapasitor C1 terisi
Dan siklus berulang dari Gambar.(9).
Kita dapat memerhatikan siklus sepenuhnya di Gambar.(13) di bawah.
led berkedip
Gambar 13. Membuat LED berkedip dengan transistor

Lampu LED Berkedip Dengan Mikrokontrol

Mikrokontrol dapat menjadi metode yang paling mudah dan paling efisien untuk mengontrol lampu LED berkedip. Mikrokontrol dapat memberikan pola yang unik seperti apapun yang kita pikirkan sekaligus mengatur waktu interval tiap pola. Kali ini kita akan mencoba menggunakan ATMEGA8535 untuk membuat 8 lampu LED berkedip dengan metode paling mudah.
Di bawah Gambar.(14) kita lihat contoh ATMEGA8535 sederhana dengan 8 LED sekaligus resistor yang digunakan.
led berkedip
Gambar 14. LED berkedip dengan mikrokontrol
Dari paling kanan ke paling kiri kita menamakan LED D0 hingga D7 secara berurutan. Kita menggunakan PORT.A sebagai ouput untuk menghantarkan 5 V ke LED yang hendak dinyalakan. Untuk mengontrol LED, kita memerlukan pengetahuan dasar mengenai pemrograman biner.

PORT.A memiliki 8 port sebagai keluaran, sehingga kode binernya adalah :
PORT.A = 0bxxxxxxxx;
dimana x dapat diganti angka 0 atau 1.
Mengubah x ke 1 akan menyalakan LED yang terhubung.
Mengubah x ke 0 akan mematikan LED yang terhubung.
Untuk dapat mengetahui koneksi LED dan port, kita lihat Gambar.(15) di bawah.
led berkedip
Gambar 15. Koneksi LED dan mikrokontrol
Melihat Gambar.(14) kita perhatikan PORTA.0 (PA0) terhubung dengan LED1 (D0), PORTA.1 (PA1) terhubung dengan LED2 (D1), dan seterusnya.
Kode biner PORTA = 0bxxxxxxxx mewakili port A7, A6, ...., dan A0 berurutan.
Asumsikan kita ingin menyalakan LED D0 yang terhubung ke A0 sehingga kita menuliskan :
PORTA = 0b00000001;
dimana kita mematikan D1 hingga D7 dan hanya menyalakan D0.

Jika kita ingin membuat pola LED seperti di Gambar.(16),
led berkedip
Gambar 16. Menyalakan LED dengan pola sederhana
Kita tuliskan
PORTA = 0b01010101;
Pola sebaliknya seperti di Gambar.(17),
led berkedip
Gambar 17. Menyalakan LED dengan pola sebaliknya
kita tulis program :
PORTA = 0b10101010;
Untuk contoh terakhir, kita gabungkan dua pola menjadi satu secara bergantian seperti di Gambar.(18).
led berkedip
Gambar 18. Menyalakan lampu LED dengan mikrokontrol
Dan kodenya menjadi :
while(1){
PORTA=0b01010101;
delay_ms(100);
PORTA=0b10101010;
delay_ms(100);}
dimana kita menambahkan 'delay_ms(100)' sebagai waktu interval tiap pola selama 100 milidetik (ms). Kita juga menggunakan 'while(1)' sebagai perintah loop.

Mikrokontrol dan Transistor Mengontrol LED Berkedip

Terkadang kita menggunakan metode ini untuk kasus spesial dimana kita ingin menyalakan LED lebih besar yang membutuhkan arus yang lebih besar. Seperti yang sudah kita ketahui, mikrokontrol hanya menyediakan tegangan 5 V. Untuk dapat menyalakan LED besar kita membutuhkan sumber tegangan dari luar seperti di Gambar.(19),
led berkedip
Gambar 19. LED berkedip dengan transistor
Urutan program tetap sama seperti contoh sebelumnya, kita hanya membutuhkan transistor dan sumber tegangan di tiap LED.

For English read Blinking LED : How to Make Blinking LED With 4 Cool Methods.
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Language