omG8HI9LSKFW6lhCj8prTs0Z6lUhdOT9Jhi1Sf4m

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

  • Analisis Mesh
    Analisis mesh menyediakan metode lain untuk menganalisa rangkaian listrik menggunakan arus mesh se…
  • Teori Rangkaian DC
    Rangkaian dc dialiri oleh sumber listrik dc, seperti baterai yang terhubung dengan kabel konduktor…
  • Analisis Supernode
    Pada postingan sebelumnya tentang analisis node , kita mempelajari tentang analisis node tanpa su…

Mengenai Saya

Definisi Daya Listrik dan Rumus Daya Listrik

Meskipun arus listrik dan tegangan listrik adalah variabel dasar untuk rangkaian listrik, dua variabel tersebut masih belum cukup untuk menyelesaikan semua fenomena listrik. Faktanya kita tidak perlu mengetahui berapa besar daya / power suatu komponen elektronik dapat disuplai.
rumus daya listrik

Energi dan Daya Listrik

Sebagai contoh, lampu bohlam 120-watt akan lebih terang dari lampu bohlam 60-watt. Contoh yang lebih sederhana adalah tagihan listrik yang kita bayarkan berdasarkan banyaknya energi listrik yang kita gunakan selama periode waktu tertentu. Maka dari itu, analisa daya dan energi memiliki peran penting selain arus dan tegangan dalam rangkaian listrik.

Untuk mengetahui hubungan antara energi dan daya terhadap arus dan tegangan, kita memiliki pernyataan fisika :
Daya adalah perubahan energi dalam suatu periode waktu, diukur dalam watt (W)
Dan persamaan matematiknya adalah :
rumus daya listrik
(1)
dimana :
p = daya / power (watt = W)
w = energi (joules = J)
t = waktu (seconds = s)

Dengan menggabungkan Persamaan.(1) dengan rumus tegangan listrik dan rumus arus listrik, kita peroleh,
rumus daya listrik
(2)
atau
rumus daya listrik
(3)
Jika kalian kesulitan memahami daya sebagai pelengkap tegangan dan arus, kalian perlu menyimak pengertian rangkaian listrik terlebih dahulu.

Persamaan matematik pada Persamaan.(2) disebut instantaneous power atau daya sesaat. Jika daya bernilai positif (+) maka daya dialirkan ke elemen atau elemen menyerap daya. Berlaku sebaliknya, jika daya bernilai negatif (-) maka daya disuplai oleh elemen. Kedua kasus ini dapat dilihat pada Gambar.(1).
rumus daya listrik
Gambar 1. Tanda daya
Untuk dapat menentukan tanda daya kita perlu memastikan arah tegangan dan arus terlebih dahulu. Untuk cara yang lebih praktis, kita dapat melihat hubungan antara tegangan, arus, dan daya. Silakan simak pada Gambar.(1) untuk penjelasan yang lebih baik terhadap ketiga hubungan ini.
rumus daya listrik
Gambar 2. Elemen menyerap daya
Gambar.(2) menunjukkan cara memperoleh tanda positif. Hal ini dinamakan passive sign convention atau konvensi tanda pasif. Konvensi ini menunjukkan bagaimana arus masuk melalui polaritas positif dari tegangan, menciptakan p = +vi atau p > 0 berarti elemen menyerap daya. Berlaku sebaliknya untuk p = -vi atau p < 0 pada Gambar.(7) berarti elemen menghantarkan daya atau mensuplai daya.
rumus daya listrik
Gambar 3. Elemen memberikan daya

Passive sign convention
 diperoleh ketika arus masuk melalui terminal positif suatu elemen dan p = +vi, jika arus masuk melalui terminal negatif, p = -vi.
Untuk ilustrasi di atas, kita simpulkan :
+Daya yang diserap = -Daya yang disuplai
karena daya yang diserap -12W adalah sama dengan daya yang disuplai +12W.
Sekarang kita paham tentang hukum kekekalan energi harus dipatuhi oleh semua rangkaian listrik. Persamaan matematiknya sendiri dinyatakan :
rumus daya listrik
(3)
Dari persamaan di atas dapat dipastikan bahwa daya total yang diserap harus seimbang dengan daya total yang disuplai.
Menggunakan Persamaan.(1) tetapi dalam kondisi suatu periode waktu tertentu, persamaan berubah menjadi :
rumus daya listrik
(4)
Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja, diukur dalam Joule (J).
Sumber daya listrik diukur dalam watt-hours (Wh) dimana :
1 Wh = 3.600 J


For English read Electric Power Formula.
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Language