omG8HI9LSKFW6lhCj8prTs0Z6lUhdOT9Jhi1Sf4m

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Mengenal Komponen Dasar Elektronika dan Fungsinya

Sebelum lebih jauh membahas tentang komponen dasar elektro kita perlu mengenal dulu dua buah jenis arus listrik, yang pertama adalah arus bolak balik atau alternating current yang disingkat dengan AC kemudian arus  listrik searah atau direct current yang disingkat dengan DC, kita sendiri biasanya sering menggunakan arus DC.

Kemudian juga ada yang dinamakan dengan tegangan dan arus, tegangan bisa disebut dengan volt sedangkan arus biasanya menggunakan nilai satuan ampere.

Salah satu contohnya adalah baterai, yang memiliki tegangan 1,2 Volt dan memiliki arus sbesar 1900 mAh, mAh adalah singaktan dari mili ampere hour. Jadi jika arus baterai tersebut 1900 mAh maka baterai tersebut dapat bekerja dalam waktu 1 jam.

Selanjutnya adalah sirkuit listrik, adalah kumpulan komponen-komponen listrik yang membentuk suatu rangkaian. Yang terhubung oleh kabel-kabel komputer atau kawat, sirkuit listrik biasanya sebutan untuk komponen-komponen elektronik yang terangkai diatas papan sirkuit bercetak atau yang sering disebut dengan PCB.

Ada dua sebutan untuk circuit, yang pertama adalah closed circuit dan open circuit.

Closed Circuit dan Open Circuit

Lalu apa itu yang dimaksud dengan closed circuit dan open circuit?
Gambar 1. Open circuit dan closed circuit
Ketika suatu rangkaian listrik terpasang dan membentuk lingkaran yang memungkinkan arus listrik mengalir, maka sirkuit seperti ini disebut dengan closed circuit. Sebaliknya, apabila sebuah circuit terputus, kemudian tak membentuk lingkaran, maka sirkuit tersebut disebut dengan open circuit.

Bagi Anda yang sudah belajar fisika, pasti akan menemukan pelajaran tentang rangkaian seri dan rangkaian pararel. Kedua rangkaian tersebut bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketika menyusun baterai senter, lampu rumah dan berbagai hal lainnya.

Secara pengertian, rangkaian seri adalah semua bagian rangkain tersebut dihubungkan secara berurutan atau berderetan, sedangkan untuk rangkaian pararel dihungkan secara berjejer atau bercabang.

Kedua rangkainan ini pastinya memiliki kekurangan dan kelebihan, karekteristik rangkaian seri sendiri adalah arus yang mengalir sama besar pada beban atau komponen yang terhubung secara seri.

Sedangkan rangkaian pararel, tengangan yang mengalir adalah sama besar pada komponen bersusun pararel.

Komponen Elektronika

Yang pertama adalah THT (Through Hole Technology), komponen ini sering dan mudah dijumpai dipasaran, salah satunya karena komponen ini dinilai praktis, komponen ini bisa dipasang PCB atau PCB bolong.

Komponen selanjutnya adalah SMD (Surface Mount Device), komponen ini banyak ditemuai di HP ataupun laptop, salah satu kengunggulan dari komponen ini adalah dapat menghemat ruang PCB karena ukurannya sangat kecil, harganya juga relatif murah apabila dibandingkan dengan jenis THT.

Selain itu ada komponen DIP (Dual in-line Package), komponen ini baisanya sebutan untuk IC.

Kemudian ada lagi, yakni TQFP (Thin Quad Flat Package), komponen jenis ini bisanya digunakan untuk microcontroller dan microprocessor.

LED (Light emitting Diode), LED adalah komponen elektromagnet yang dapat memancarkan cahaya, LED yang berbahan semi konduktor yang merupakan keluarga dari diode, yang miliki polaritas, anoda dan minus katoda.

LED punya 2 buah kaki, yakni kaki Anoda dan Katoda, kaki anoda pada LED biasanya dikenali dengan ukurannya yang panjang, sedangkan untuk kaki Katoda bisanya berukuran pendek.

Apa Itu Resistor

Resistor, komponen elektro yang berfungsi sebagai penahan arus yang mengalir pada suatu rangkaian, berupa 2 terminal komponen elektronik yang menghasilkan tegangan pada terminal yang berbanding dengan arus listrik yang melewatinya.

Sesuai dengan hukum OHM V=I.R

Hukum OHM :
Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah pengantar atau konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial datau tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hamabatan (R).

Secara matematis hukum OHM dapat dirumuskan
V= I.R
I = V/R
R=V/I

V=Volt (V)
I =arus (A)
R=resistance

Resistor sendiri tak memiliki polaritas, ataupun plus dan minus. Jadi apabila memasang resistor terbalik, tidak akan berpengaruh pada rangkaian.

Jenis-jenis resistor sendiri ada beberapa macam, diantaranya adalah resistor tetap, adalah resistor yang nilai resistansinya tetap, dan tak bisa diubah-ubah. Contohnya adalah, resistor film karbon, resistor ini banyak ditemuai dipasaran.

Resistor variabel, jenis resistor yang jenisnya dapat diubah-ubah, dengan cara memutar atau menggeser tuasnya. Yang pertama adalah potensiometer, dapat memutar tuas yang ada pada potensio tersebut. Biasanya, potensio meter ini ada diperangkat pengatur volume dan tune, serta perangkat lain yang membutuhkan transistor jenis tersebut.

Untuk membaca resistor secara lebih akurat, dapat menggunakan ohm meter yang ada pada multimeter.

Apa Itu Kapasitor

Selanjutnya ada kapasitor, kapasitor mempunyai 2 jenis, yakni kapasitor tetap dan kapasitor variabel. Kapasitor ini dapt menyimpan muatan listrik atau arus listrik dalam waktu yang sementara, sebagi filter untuk power supply.

Kapasitor tetap, ada 2 tipe, non polar dan ada juga yang memiliki polaritas, contoh kapasitor yang tak memiliki polaritas adalah kapasitor keramik, dan berbagai jenis lainnya.

Kapasitor variable, kapasitor variabel dapat diatur, kapasitor variabel ini jarang digunakan pada rangkaian sederhana, contohnya verco variabel condensator dan trimmer, trimmer merapakan jenis kapasitor variabel yang memiliki jenis lebih kecil.

Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Language