omG8HI9LSKFW6lhCj8prTs0Z6lUhdOT9Jhi1Sf4m

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Pengertian Istilah Eletronika, Harus Tahu!

Apabila Anda sedang mencari artikel yang membahas tentang istilah singkatan dalam elektronika atau istilah istilah dalam elektronika dasar, maka Anda sudah menemukan artikel yang pas, karena disini saya akan membahas mengenai berbagai istilah eletronika, selengkapnya, silahkan simak artikel ini sampai selesai.

Pengertian Arus AC dan DC

Rumah di Indonesia yang kebanyakan dialiri listrik dengan tegangan 220 Volt dan frekuensi 50 Hz, dimana ini merupakan tegangan arus AC. AC sendiri berarti alternate current, dimana elektron bergerak bolak-balik (tidak searah), arus ini membentuk area sinus, dimana arus bergerak naik sampai puncak lalu turun kebawah ke area negatif, lalu kembali lagi.

Peralatan di rumah yang menggunakan arus AC diantaranya adalah kipas angin dan pompa listrik.

Mungkin Anda kemudian bertanya "Mengapa distribusi listrik yang dipakai PLN menggunakan arus AC?", jawaban pastinya tentu PLN yang tahu. Tapi jika dilihat kembali, ternyata arus AC memiliki beberapa keunggulan. Diantaranya adalah, ternyata tegangan AC dapat dikonversikan ke tegangan lain, dengan bantuan transformer atau trafo. Trafo sendiri tak dapat bekerja dengan arus DC.

Tegangan 220 V yang dialirkan oleh PLN di kebanyakan rumah yang ada di Indonesia adalah tegangan RMS (Root Mean Square).

Sedangkan untuk arus DC, adalah merupakan arus searah, dimana elektron bergerak ke satu arah, seperti arus dari baterai, aki atau panel surya. Di arus DC, elektron bergerak dari kutub negatif ke kutup positif.

Arus DC ternyata juga banyak digunakan dirumah, seperti TV, radip dan komputer.

"Lantas mana yang paling baik? Arus DC atau arus AC?" Jawabannya bisa bermacam - macam, karena baik arus DC dan arus AC mempunyai kelebihan dan kekurangan, tergantung dengan pemanfaatannya.

Arus AC sendiri bisa dikonversi menjadi arus DC, demikian pula sebaliknya. Untuk dapat merubah arus AC menjadi arus DC, maka digunakan penyearah atau juga sering disebut dengan rectifier.

Sedangkan untuk merubah arus DC menjadi arus AC, maka digunakan motor generator atau inverter.

Ampere adalah

Bermula dari setiap benda yang ada disekitar kita, ternyata benda-benda tersebut dalam wujud paling kecil disusun oleh atom. Setiap atom ternyata mempunyai nukleus dan elektron yang selalu mengelilinginya.

Disisi yang lain, nukleus sendiri dibentuk oleh proton yang bermuatan positif dan neutron yang tak mempunyai muatan, alias netral.

Elektron sendiri yang mengelilingi atom bermuatan negatif, sedangkan didibagian dalamnya ada neutron dan proton, yang otomatis akan bermuatan positif.

Muatan negatif sendiri akan mendorong muatan negatif yang lainnya apabila bertemu, sedangkan apabila muatan positif bertemu dengan muatan negatif, maka mereka akan saling tarik menarik.

Maka dari itu, elektron mempunyai sifat, ia akan mendorong eletron lainnya jika bisa bergerak bebas.

Pada benda padat, seperti kayu atau batu, elektron pada atomnya tak dapat bergerak bebas. Sehingga tak dapat menghantarkan muatan atau listrik. Demikian pula sebaliknya, material yang elektronnya dapat bergerak bebas maka dapat menghantarkan listrik dengan baik, seperti kabel temabaga atau kawat listrik.

Elektron pada besi atau tembaga dapat berpindah dari atom satu ke atom yang lain. Rangkain ini terus saja berjalan terus menerus,  pergerakan elektron pun snagat cepat, mendekati kecepatan cahaya.

Nah, aliran atau pergerakan eletron tersebutlah yang menghasilkan arus listrik.

Ampere sendiri meupakan jumlah elektron yang mengalir ke suatu titik per detik, 1 Ampere adalah 6,24 x 10 (pangkat 18) elektron yang mengalir per detik, atau 1 Ampere adalah 1 Coloumb muatan yang mengalir per detik. Jadi Ampere adalah satuan muatan arus listrik.

Elektron pada kabel tak dapat bergerak sendiri, dimana elektron tersebut harus didorong dengan energi. Potensi energi yang mendorong elektron untuk bergerak disebut dengan voltase.

Nama Ampere sendiri diabadikan dari nama seorang ilmuan perancis kelahiran tahun 1775 yang mempunyai nama lengkap Andre-Marie Ampere, ia adalah ilmuan yang menemukan salah satu teori elektromagnetisme.

Voltase atau Volt adalah

Untuk memahami apa itu Volt, maka harus paham dulu apa itu tegangan. Tegangan sendiri merupakan potensial energi  listrik anatara dua titik. Sedangkan Volt merupakan satuan perbedaan tegangan listrik.

Sebelum kesitu, kita bahas sedikit tentang energi.

Energi sendiri diukur dengan satual Joule (J), 1 Joule sendiri adalah tegangan (V) dikalikan dengan stuan listrik per unitnya.

Sejarah Volt sendiri sudah sangat lama, sebutan itu diambil dari ilmuan yang berdarah Italy, yakni Alessandro Volta, sedangkan Coulomb (C) diambil dari ilmuan asal Perancis Charles-Agustin de Coulomb, kemdiian untuk Joule, diambil dari nama ilmuan Inggris, James Prescott Joule.

Apa itu Watt (W)

Watt adalah istilah dalam bidang elektronika yang baiknya tahu, kerena sering banget kita menemuinya dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketika akan membeli lampu, pasti ditanya lampu yang dibeli berapa watt, atau kalau ndak ditanya, Anda yang harus menyebutkannya.

Watt sendiri adalah satuan jumlah energi yang dihabiskan per satuan waktu. 1 Watt sendiri sama dengan 1 Joule per detik. 1 Watt juga sama dengan 1 Volt dikali dengan 1 Ampere.

Alat-alat listrik yang ada dirumah sendiri bisanya sudah disebutkan watt nya, misalnya saja, blender 200 watt, kemudian pompa air rumah 125 watt, dan lampu 5 watt.

Lalu juga ada istilah kWh, yang berarti Kilowatt Hour (Kilowatt Jam), dimana ini merupakan jumlah dari penggunaan daya dikali waktu dalam jam. DImana ini yang menjadi patokan harga listrik PLN.

Penyebutan Watt sendiri diambil dari nama ilmuan asal skotlandia, yakni James Watt.

Related Posts
SHARE
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Language